Welcome

Senin, 14 Mei 2012

Sekilas Tentang Reksa Dana Syariah


Istilah lain dari Reksa Dana adalah sekumpulan saham, obligasi, serta efek lainnya yang dibeli oleh sekelompok investor (sebagai unit penyertaan), dan dikelola oleh sebuah perusahaan invetasi yang professional. Dari definisi tersebut, terdapat tiga unsur penting dalam reksa dana yaitu adanya kumpulan dana dari masyarakat atau Pool Of Funds, Investasi dalam bentuk portofolio efek dan manajer investasi sebagai pengelola dana. Dana yang dikelola manajer investasi adalah milik investor. Reksa dana juga merupakan wadah investasi untuk pemodal yang tidak memiliki dana besar pemodal-pemodal tersebut dikumpulkan menjadi dana yang sangat besar, lalu dikelola oleh Manajer Investasi dan Bank Kustodian.
Perkembangan Reksa Dana Syariah atau juga dikenal dengan istilah lain Islamic Unit Trust mengalami perkembangan yang sangat pesat sejak berdirinya bank-bank islam. Menurut kepala biro Pengelolaan Investasi dan Riset (PIR) Bapepam, Freddy R. Saragih (Berita Pasar modal; hal 1; September 2000) : “ Reksa Dana Syariah merupakan konsep Investasi yang dikembangkan berdasarkan konsep Islam. Dimana terdapat sejumlah prinsip investasi atas instrumen surat beharga harus berdasarkan Prinsip Islam”
Sedangkan menurut Iwan Prijono Pontjowinoto Dirut PT. Dana Reksa Investment Management definisi Reksa Dana Syariah Adalah (Berita Pasar Modal; hal 3; Oktober 2000) “ Reksa Dana Syariah secara difinisi adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek yang sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah oleh Manajer Investasi. ”
Secara legal, undang-undang No.10 tahun 1998 tentang perbankan, yang merupakan penyempurnaan terhadap undang-undang No.7 tahun 1992, dan peraturan pendukungnya, telah lebih mengukuhkan keberadaan perbankan syariah di Indonesia.
 Bapepam mendukung reksa dana ini dengan asumsi bahwa reksa dana ini akan mendorong dan memberikan ketentraman bagi masyarakat muslim untuk semakin mantap melakukan investasi pada reksa dana di Indonesia. Dal lagi pembentukan reksa dana syariah ini didukung dengan adanya Jakarta Islamic Index (JII) atau indeks syariah sehingga ada pedoman bagi para manajer investasi untuk mengelola atau membentuk reksa dana syariah.
Menurut Iggi H. Achsien (hal 73; 2003), Islamic Investment Funds merupakan Intermediaries yang membantu surplus unit melakukan penempatan dana untuk  diinvestasikan. Islamic Investment Funds ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan kelompok investor yang menginginkan memperoleh pendapatan investasi dari sumber dan cara yang bersih yang dapat dipertanggung jawabkan secara religius, yang sejalan dengan prinsip-prinsip syariah.

Adapun Istilah-Istilah dalam Reksa Dana dan Reksa Dana Syariah :

            Berikut ini adalah istilah-istilah yang sering dipakai dalam Reksa Dana antara lain adalah (Eko Priyo Pratomo; hal 29; 2002) :

1.      Manajer Investasi
Manajer Investasi adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek untuk para nasabah  atau mengelola portofolio Investasi Kolektif untuk sekelompok nasabah. Manajer Investasi adalah perusahaan bukan perorangan, Manajer Investasi bertanggung jawab atas kegiatan investasi, yang meliputi analisa dan pemilihan jenis investasi, mengambil keputusan-keputusan investasi, memonitor pasar investasi dan melakukan tindakan-tindakan yang dibutuhkan untuk kepentingan investor.

2.      Bank Kustodian
Pihak yang memberikan jasa penitipan (Safe Keeper) Efek dan harta lainnya yang berkaitan dengan Efek serta jasa lainnya, termasuk menerima deviden, bunga dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya. Dalam hal ini reksa dana, Bank Kustodian adalah pihak yang independent (tidak terafiliasi dengan Manajer Investasi) dan bertanggung jawab dalam administrasi investasi dan penyimpanan Efek dari dana investasi dari reksa dana.

3.      Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam)
Bapepam tugasnya adalah membina, mengatur dan mengawasi kegiatan sebuah pasar modal sehari hari untuk mewujudkan terciptanya iklim pasar modal yang teratur, wajar dan efisien serta melindungi kepentingan pemodal.

4.      Difersifikasi Investasi
Adalah penempatan investasi keberbagai pihak dengan maksud untuk mengurangi resiko investasi. Sesuai dengan peraturan Bapepam, Reksa Dana tidak diperkenankan untuk menempatkan dananya lebih dari 10% dari dana yang dikelola kepada satu pihak.

5.      Deviden
Deviden merupakan bagian laba yang dibayarkan oleh emiten kepada pihak pemegang saham sebagai pembagian keuntungan. Dalam hal ini reksa dana dapat juga dilakukan pembagian keuntungan dalm bentuk uang tunai atau penambahan unit penyertaan.

6.      Efek
Surat beharga, yaitu surat pengakuan hutang, surat beharga kormesial, saham, obligasi, Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif dan setiap Derivatif dari Efek.

7.      Emiten
Pihak yang melakukan penawaran umum. Dengan kata lain, perusahaan yang mengeluarkan saham atau obligasinya untuk dijual kepada masyarakat.

8.      Portofolio
Kumpulan sekuritas financial yang dimiliki oleh pemodal. Biasanya seorang pemodal ingin menyimpan beberapa sekuritas financial yang berbeda (Diversifikasi) untuk membagi resiko dan berusaha untuk mengkombinasikan sekuritas-sekuritas tersebut.

9.      Unit Penyertaan
Adalah satuan yang dibeli oleh pemodal setelah melakukan investasi pada sebuah raksa dana yang berbentuk KIK. Unit penyertaan ini menggambarkan bagian kepemilikan pemodal atas seluruh aktiva reksa dana. Harga unit penyertaan berubah-ubah sesuai NAB per unit penyertaan yang setiap hari diumumkan di Koran.

10. Dewan Syariah Nasional (DSN)
Merupakan bagian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang bertugas menumbuh-kembangkan penerapan nilai-nilai syariah dalam kegiatan perekonomian pada umumnya dan sektor keuangan pada khususnya, termasuk usaha bank, asuransi, dan Reksa Dana.

11. Dewan Pengawas Syariah (DPS)
Dewan yang memiliki tugas mengawasi opeasionalisasi bank dan produk-produk reksa dana agar sesuai sesuai dengan ketentuan syariah untuk dilaporkan kepada Dewan Syariah nasional (DSN).

0 komentar:

Poskan Komentar